Klaten, 12 Oktober 2026 — Kegiatan Sekolah Lapang keempat berbasis Sustainable Rice Platform (SRP) dilaksanakan di lahan demplot SRP Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini meliputi pengamatan kondisi tanaman, penyemprotan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan drone, serta pelatihan pembuatan POC untuk kebutuhan fase generatif.
Pada tahap pengamatan, peserta meninjau kondisi tanaman padi di demplot yang kini berada pada fase vegetatif akhir. Pengamatan ini menjadi dasar untuk menilai kesiapan tanaman memasuki fase berikutnya.
Dalam pengamatan tersebut ditemukan banyak musuh alami di pertanaman, seperti tomket, laba-laba, dan kumbang. Keberadaan musuh alami ini dinilai cukup menjaga keseimbangan ekosistem di lahan sehingga belum diperlukan langkah pengendalian hama tambahan. Temuan ini sejalan dengan prinsip SRP yang mendorong pengurangan input kimia.
Setelah pengamatan, kegiatan dilanjutkan dengan penyemprotan POC menggunakan drone. Penggunaan drone memperlihatkan kepada petani salah satu pemanfaatan teknologi dalam pemberian input di lahan.
Peserta kemudian mengikuti pelatihan pembuatan POC untuk fase generatif. POC yang dibuat dalam pelatihan ini direncanakan untuk diaplikasikan pada pertemuan Sekolah Lapang berikutnya. Dengan demikian, petani tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan input organik.
Dalam evaluasi kegiatan, disampaikan bahwa kebutuhan air perlu diperhatikan untuk menjaga kelembapan tanah. Ketersediaan air yang terjaga menjadi penting menjelang tanaman memasuki fase generatif.
Melalui Sekolah Lapang keempat ini, petani diharapkan semakin memahami pengelolaan tanaman yang ramah lingkungan, mulai dari pemanfaatan musuh alami, penggunaan POC, hingga pengelolaan air di lahan.

