
Klaten, 4 September 2026 — Kegiatan Sekolah Lapang (SL) dalam rangkaian Demplot Budidaya Beras Berkelanjutan Sustainable Rice Platform (SRP) kembali dilaksanakan bersama anggota Gapoktan Mulya Makmur, Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung di lahan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam melakukan pengamatan dan pengelolaan tanaman secara tepat.
Pada kegiatan kali ini, peserta Sekolah Lapang melakukan pengamatan tanaman pada masa tanam ke-3. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah pemasangan kotak pengamatan berukuran 2,5 x 2,5 meter. Kotak tersebut digunakan sebagai area pengamatan untuk memantau kondisi pertanaman secara lebih terukur, khususnya keberadaan hama, penyakit, gulma, maupun kondisi tanaman lainnya.
Bersama bapak dan ibu anggota Gapoktan Mulya Makmur, peserta melakukan pengamatan terhadap berbagai indikator pertumbuhan dan kondisi tanaman di dalam kotak pengamatan. Pengamatan meliputi pengukuran tinggi tanaman, jumlah daun, identifikasi jenis gulma, keberadaan hama dan penyakit, serta pengamatan warna daun menggunakan skala Leaf Color Chart (LCC) pada level 3.
Selain melakukan pengamatan, kegiatan juga diisi dengan penyiangan gulma yang ditemukan di sekitar tanaman. Penyiangan dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan pertanaman agar keberadaan gulma tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi dan menjadi kompetitor dalam memperoleh unsur hara, air, maupun ruang tumbuh.

Dalam kegiatan tersebut, Bapak Budi & Bapak Kris selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Bayat turut memberikan penjelasan kepada petani mengenai pentingnya melakukan pengamatan secara berkala. Menurutnya, pengamatan yang dilakukan secara rutin diperlukan untuk mengetahui kondisi tanaman dan menentukan tindakan yang tepat sesuai dengan permasalahan yang ditemukan di lapangan.
“Harus dilakukan pengamatan berkala untuk mengetahui tindakan dan mengambil langkah penanggulangan yang sesuai,” jelas Bapak Budi.
Melalui kegiatan Sekolah Lapang ini, petani tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga belajar melakukan pengamatan secara langsung berdasarkan kondisi pertanaman di demplot. Data hasil pengamatan dapat menjadi dasar bagi petani dalam menentukan tindakan pengelolaan tanaman pada tahap berikutnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan anggota Gapoktan Mulya Makmur dalam melakukan pengamatan pertanaman secara mandiri dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Dengan pengamatan yang dilakukan secara berkala dan pengelolaan yang tepat, rangkaian Demplot Budidaya Beras Berkelanjutan SRP diharapkan dapat terus mendukung penerapan budidaya padi yang lebih efektif dan berkelanjutan di Desa Tawangrejo.

