Klaten, 31 Agustus 2026 — Koperasi Tani Pangan Lestari kembali melaksanakan evaluasi penggunaan mesin tanam padi (rice transplanter) sebagai tindak lanjut dari kegiatan uji coba sebelumnya. Evaluasi kedua dilaksanakan di Demplot SRP, Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten (31/8/2026).
Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan efektivitas mesin tanam pada kondisi lahan yang berbeda, sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek teknis yang masih perlu disempurnakan. Evaluasi dilakukan secara langsung di lapangan agar dapat diperoleh gambaran mengenai kemampuan mesin dalam mendukung proses penanaman padi secara lebih efektif dan efisien.
Sebelumnya, evaluasi pertama telah dilakukan di wilayah Pakis, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Namun, hasil uji coba tersebut belum dapat memberikan kesimpulan yang optimal karena kondisi lahan yang relatif tidak rata sehingga turut memengaruhi kinerja mesin. Oleh karena itu, evaluasi kedua dilakukan di Demplot SRP Kradenan dengan kondisi lahan yang relatif lebih halus dibandingkan lokasi uji coba sebelumnya.
Hasil evaluasi kedua menunjukkan bahwa mesin dapat kembali diuji pada kondisi lahan yang lebih mendukung. Selama proses penanaman, dilakukan pengamatan terhadap kinerja mesin, pergerakan mesin di lahan, serta hasil penanaman bibit. Dari hasil pengamatan tersebut, masih ditemukan beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan sebagai bahan penyempurnaan mesin pada tahap berikutnya.
Salah satu temuan dalam evaluasi adalah adanya kondisi roda mesin yang masih cukup dalam menancap pada tanah sehingga memengaruhi kelancaran pergerakan mesin. Selain itu, terdapat tanah yang terdorong ke arah tanaman dan menutupi sebagian tanaman yang telah tertanam. Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi teknis untuk mengetahui komponen mesin yang perlu disesuaikan agar kinerja mesin dapat lebih optimal.

Berdasarkan hasil evaluasi, diperlukan penambahan atau modifikasi pada beberapa komponen mesin, antara lain berupa penopang atau bantalan. Perbaikan tersebut diharapkan dapat mendukung pergerakan mesin sekaligus meningkatkan kualitas hasil penanaman. Modifikasi akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengujian dan evaluasi mesin pada tahap selanjutnya.
Evaluasi secara bertahap ini merupakan bagian dari upaya Koperasi Tani Pangan Lestari dalam mengembangkan dan menyempurnakan pemanfaatan teknologi mesin tanam di sektor pertanian. Melalui pengujian pada berbagai kondisi lahan, diharapkan dapat diperoleh mesin tanam yang semakin sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Hasil evaluasi kedua ini selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan untuk penyempurnaan dan pengujian lebih lanjut. Dengan proses evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, penggunaan mesin tanam diharapkan mampu mendukung kegiatan budidaya padi yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kondisi lahan petani.

